Arsip Penulis:

Peserta Bimbingan Teknis SAKIP Se Wilayah PTA Mataram Tahun 2013

Kepada Yth.

Ketua Pengadilan Agama

Se wilayah PTA Mataram

masing-masing ditempat

 

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Sehubungan dengan penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) se wilayah PTA Mataram yang diikuti oleh Panitera/Sekretaris, Wakil Panitera, Wakil Sekretaris, dan 1 (satu) orang operator….selengkapnya disini

 

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PA Karangasem Restrukturisasi Tim TI

Karangasem | www.pa-karangasem.go.id (03/05)
Susunan Tim TI PA Karangasem direstrukturisasi sejak tanggal 22 April 2013. Struktur sebelumnya terdiri dari Ketua TI (Lalu Munawar, S.Ag.) dan 2 (dua) orang anggota (Ryan Syahfudi, S.Kom., dan Dian Sukma Juita, SE.). Dalam mendukung keterbukaan informasi di PA Karangasem, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan tugas peradilan, diterbitkan SK KPA No. W22-A10/15/HM.02.3/SK/IV/2013 tanggal 22 April 2013, yang mengangkat anggota tim TI PA Karangasem baru yang terdiri dari Penanggung Jawab/ Pembina, Pengarah, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Pelaksana Pemberitaan, Pelaksana Helpdesk TI, dan Pelaksana SIADPA.

Atas dasar SK tersebut, KPA Karangasem Drs. H. Taufiqurrohman, SH. pada Jumat sore 3 Mei 2013 menggelar rapat koordinasi tim TI, yang membahas tugas bagi masing-masing bagian dalam struktur yang baru. Tim TI yang baru terdiri dari 3 bagian utama yaitu Pemberitaan, Helpdesk, dan SIADPA. Bagian pemberitaan bertanggung jawab atas penyusunan berita seluruh kegiatan kantor, mengajukan konsep berita kepada pengarah, dan menyampaikan softcopy berita kepada pelaksana helpdesk TI. Pelaksana helpdesk megelola dan mengupdate TI, memberikan servis terhadap perangkat TI, memonitor berita yang dikirim ke redaktur Badilag maupun PTA Mataram, serta mendownload surat dan upload berita yang sampaikan oleh pelaksana pemberitaan dalam website PA Karangasem. Sementara pelaksana SIADPA bertugas mengelola aplikasi SIADPA, dan mengupload data SIADPA.

Berikut ini merupakan susunan tim TI PA Karangasem yang baru:

1.
2.
3.
4.
5.
Penanggung Jawab/Pembina
Pengarah
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
:
:
:
:
:
Drs. H. Taufiqurrohman, SH.
Drs. Katong Pujadi Sholeh
Muhammad Harits, S.Ag.
Drs. Ijmak, SH.
Drs. Napsiah
6. Pelaksana Pemberitaan 1.
2.
3.
4.
5.
H. Moh. Muhibuddin, SH., S.Ag., M.Si.
Anis Nasim Mahiroh, S.HI.
Mujayanah, S.Ag.
Irwan, Rosyadi, S.HI.
DIan SUkma Juita, SE.
7. Pelaksana Helpdesk TI 1.
2.
3.
4.
Husninas, S.Ag.
I Komang Gemini S., SH.
Ryan Syahfudi, S.Kom.
Dzurriyatun Toyyibah, S.Kom.
8. Pelaksana SIADPA 1.
2.
3.
4.
5.
Lalu Munawar, S.Ag.
Salmini, BA.
Aimatus Syaidah, S.Ag.
Amiruddin, SH.
Saud

Bapak KPA berharap dengan adanya perubahan susunan tim TI ini, keterbukaan informasi di PA Karangasem dapat terwujud dan terlaksana dengan baik. (suju_teamit)

Sosialisasi Hasil Bintek Jurusita/Jurusita Pengganti

Karangasem | www.pa-karangasem.go.id (02/05)
Balitbang Diklat Kumdil MA RI pada tanggal 22 hingga 27 April 2013 mengadakan pelatihan/ bimbingan teknis Jurusita/ Jurusita Pengganti peradilan seluruh Indonesia yang bertempat di Megamendung Bogor. Kegiatan tersebut diikuti oleh 200 orang peserta, yang terdiri dari 60 orang dari Peradilan Umum, 100 orang dari Peradilan Agama, dan 40 orang dari PTUN.

Atas kegiatan tersebut, pada tanggal 2 Mei 2013, Irwan Rosyadi, SHI. selaku peserta dari PA Karangasem yang merupakan salah satu perwakilan dari PTA Matarm, mensosialisasikan hasil yang diperolehnya selama 6 hari tersebut. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas, integritas, profesionalisme, dan skill para Jurusita/ Jurusita Pengganti dalam melaksanakan ketiga budang tugas yang meliputi bidang administrasi, bidang persidangan, dan bidang pelaksanaan/ eksekusi khususnya yaitu dalam memberikan pelayanan teknis di bidang administrasi perkara dan administrasi peradilan kepada para pencari keadilan.

Materi yang diberikan bagi Peradilan Agama yaitu mengenai etika profesi Jurusita/ Jurusita Pengganti di lingkungan Peradilan Agama, motivasi komunikasi dan Human Relation dalam manajemen, tugas pokok dan fungsi jurusita/ jurusita pengganti Peradilan Agama, panggilan dan pemberitahuan para pihak serta permasalahannya, eksekusi dalam persiapan dan pelaksanaannya, sita dan jenisnya, pemeriksaan setempat (dissente), lelang eksekusi, dan studi kasus kejurusitaan. Adapun metode yang diterapkan yaitu interaktif dan partisipatoris, dengan pemberian materi yang bersifat keahlian atau praktek 75% dan teori sebanyak 25% dari setiap materi yang diberikan dalam pelatihan.

Adapun tugas dari jurusita/ jurusita pengganti yang disampaikan dalam Bintek tersebut berdasarkan Pasal 5 Keputusan KMA RI No. KMA/055/SK/X/1996 dan UU No.7/1989 antara lain:

  1. Melakukan semua perintah yang diberikan oleh ketua sidang,
  2. Melakukan pemanggilan, menyampaikan pengumuman, teguran, dan pemberitahuan,
  3. Melakukan penyitaan,
  4. Membuat berita acara penyitaan,
  5. Melaksanakan tugas eksekusi yang dipimpin oleh ketua pengadilan, dan
  6. Membuat berita acara eksekusi (pelaksanaan putusan).

Pemanggilan terhadap para pihak untuk menghadiri sidang dilakukan oleh jurusita kepada para pihak atau kuasanya di tempat tinggalnya. Apabila para pihak tidak dapat ditemui di tempat tinggalnya, maka surat panggilan diserahkan kepada Lurah/ Kepala Desa dengan mencatat nama penerima dan ditandatangani oleh penerima, untuk diteruskan kepada yang bersangkutan. Tenggat waktu antara panggilan para pihak dengan hari sidang paling sedikit 3 hari kerja.

Surat panggilan kepada tergugat untuk sidang pertama harus dilampiri salinan surat gugatan. Jurusita harus memberitahukan kepada pihak tergugat bahwa ia boleh mengajukan jawaban secara lisan/ tertulis yang diajukan dalam sidang. Penyampaian salinan gugatan dan pemberitahuan bahwa tergugat dapat mengajukan jawaban lisan/ tertulis tersebut harus ditulis dalam relaas panggilan. Dan apabila tempat kediaman orang yang dipanggil tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang jelas di Indonesia, maka pemanggilannya dapat dilaksanakan dengan melihat jenis perkaranya.

Beberapa penjelasan lain juga dipaparkan oleh Irwan, seperti tata cara pelaksanaan sita, jenis-jenis penyitaan, barang yang disita, pelaksanaan dan dasar eksekusi, serta jenis dan tata cara eksekusi. Seluruh materi diperoleh secara padat dan detail selama 6 hari di Megamendung, dan telah disosialisasikan di depan seluruh jajaran PA Karangasem mulai dari Ketua, Wakil Ketua, para Hakim, Pansek, pejabat struktural/ fungsional, dan seluruh staf/ honorer.

Bapak KPA Karangasem berharap agar tanpa ada komando, tetap dilaksanakan sosialisasi hasil atas pelatihan/ bintek yang telah dilaksanakan oleh setiap pegawai, yang bertujuan agar ilmu yang diperoleh dapat juga tersalurkan ke pegawai lain yang tidak melaksanakan pelatihan. (suju_teamit)

Pemeriksaan Reguler Badan Pengawas MA RI di PA Badung

Berdasarkan surat Tugas Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung R.I. Nomor 115/BP/ST/V/2013 tanggal 02 Mei 2013, Tim Pengawas Badan Pengawasan Mahkamah Agung R.I. melakukan pemeriksaan reguler di Pengadilan Agama Badung.

Tim ini terdiri dari 5 (lima) orang, yaitu Drs. H. M. Abu Dawud, SH., MH (Ketua), Baharudin Siagian, SH (Anggota), R. Lucky Permana, SH., MH (Sekretaris), Ferry T. Ferdiansyah, SE., Ak (Staf Pemeriksa), dan Partijem (Staf Pemeriksa).

Pemeriksaan reguler ini direncanakan akan berlangsung selama 5 (lima) hari, terhitung mulai tanggal 5 s.d 9 Mei 2013. Pada Pemeriksaan yang dilakukan pada tanggal 6 Mei 2013, Tim Pengawas mengadakan pemeriksaan di segala bagian, baik  dari administrasi perkara, administrasi persidangan maupun administrasi umum.

DDTK Penyusunan dan Evaluasi SOP di PTA Mataram

Mataram | pta-mataram.go.id | 1-05-2013.

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan dan dalam rangka mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di Mahkamah Agung. PTA Mataram menyelenggarakan DDTK pembuatan SOP (Standard Operating Procedure) yang berlangsung di ruang rapat PTA Mataram, Rabu(1/05/2013).

Gambar 1. Para peserta DDTK pembuatan SOP memperhatikan dengan seksama pemaparan dari L.Ruslan,SH.

DDTK Pembuatan SOP ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya telah dilaksanakan Bimtek Manajemen Kepegawaian pada tanggal 3 s/d 5 April 2013 yang lalu di Hotel Jayakarta Senggigi- Lombok. Kegiatan DDTK Pembuatan SOP ini melibatkan Sub Bagian Kepegawaian dan Sub Bagian Keuangan PTA Mataram. Panitera/Sekretaris PTA Mataram H.A.Jakin Karim,SH.MH ketika membuka kegiatan DDTK tersebut mengatakan bahwa, dalam bekerja harus mempunyai pola dan mekanisme yang jelas, sehingga menjadi patokan bagi semua untuk tidak keluar dari jalur yang ada. Sebagai seorang abdi masyarakat kita harus mempunyai etos kerja dan semangat yang sungguh-sungguh untuk melayani masyarakat karena tanpa hal tersebut apa yang kita kerjakan tidak optimal pencapaian kinerjanya. Selain itu H.A.Jakin Karim,SH.,MH mengatakan bahwa reward and punishment bagi aparat peradilan harus ditegakkan, agar ada  motivasi untuk melakukan perubahan dan semangat untuk berkompetensi  mendapatkan hasil yang terbaik, jika hal tersebut terwujud maka yang akan merasakan hasilnya institusi juga yaitu PTA Mataram.

.

Gambar 2. Presentasi Pembuatan SOP dan SOP yang berjalan di Sub Bagian Kepegawain PTA Mataram.

Pada kesempatan DDTK ini Sub Bagian Kepegawaian mensosialisasikan dan mempresentasikan SOP kepada Sub Bagian Keuangan PTA Mataram dengan pemateri utama Kasubbag Kepegawaian PTA Mataram L.Ruslan,SH. hadir pula Wakil Sekretaris PTA Mataram Fahrurosyid,SH.MH dan Kasubbag Umum dan Keuangan PTA Mataram. Diharapkan dengan sosialisasi SOP maka setiap bagian memahami dan mematuhi prosedur dalam berbagai hal yang menyangkut bidang kepegawaian. Untuk minggu depan Sub Bagian Keuangan PTA Mataram akan mensosialisasikan dan mempresentasikan penyusunan serta evaluasi SOP kepada Sub Bagian Kepaniteraan Hukum dan Banding dan pada gilirannya Kepaniteraan Hukum dan Banding akan mempresentasikan SOP-nya.(ah)

Sosialisasi Hasil Bintek SAKPA Dan SIMA-BMN Di PA Karangasem

Karangasem | www.pa-karangasem.go.id (23/04)
PTA Mataram pada tanggal 25 hingga 27 April 2013 mengadakan kegiatan pelatihan/ bimbingan teknis (Bintek) SAKPA dan SIMAK-BMN, yang diikuti oleh Kaur Keuangan, Kaur Umum, serta operator masing-masing aplikasi. Kegiatan yang dilaksanakan di Jayakarta Lombok Hotel yang beralamat di Jl. Raya Senggigi Km. 4 Senggigi Lombok Barat ini, bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Atas kegiatan tersebut, pada 1 Mei 2013 PA Karangasem mengadakan sosialisasi hasil Bintek tersebut, yang disampaikan oleh keempat peserta pelatihan diantaranya Ryan Syahfudi, S.Kom., Dian Sukma Juita, SE., I Komang Gemini Sarasanjaya, SH., dan Syarif Hidayatulloh.

Pada kesempatan tersebut, Ryan selaku Kaur Keuangan sebagai pembuka sosialisasi, menyampaikan hal-hal yang disampaikan oleh Bapak KPTA Mataram, terkait hal-hal yang menjadi dasar diperlukannya Bintek seperti ini. Masih adanya kekurang sempurnaan pencatatan dan administrasi lainnya berdasarkan temuan BPKP juga menjadi hal yang perlu digaris bawahi, menjadi pokok penting yang harus dicermati. Selain itu, Mahkamah Agung yang beberapa tahun lalu menyandang predikat disclaimer dalam pemberian opini dari BPK atas pelaporan keuangan dan barang yang belum baik dari segi administrasi, pada tahun 2011 telah mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian. Karena itu, beliau berharap kita dapat membantu MA untuk mencapai opini terbaik yaitu Wajar Tanpa Pengecualian, dengan mengelola keuangan secara baik sesuai SAP dan standard BMN, transparan, bersih, tercatat secara baik, dan dilakukan pengawasan secara terus menerus.

Pelatihan/ Bimbingan Teknis SAKPA ini terdiri dari pemberian materi secara teori, praktek, dan pemberian contoh soal. Pada kesempatan kedua, Dian sebagai operator dalam Bintek beberapa waktu yang lalu menyampaikan materi yang didapatnya. Selama 3 hari tersebut, materi SAP merupakan materi pertama yang disampaikan oleh narasumber, yaitu KPPN Mataram. SAP disusun oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), yang terwujud dalam UU 17/2003 Pasal 32 dan UU 1/2004 Pasal 57. Sesuai Undang-undang tersebut diterbitkan Keppres 84/2004 tentang Komite Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana telah dua kali diubah dengan Keppres 02/2005 dan Keppres 03/2009. Standar Akuntansi Pemerintah didasarkan pada PP Nomor 71 Tahun 2010. Dalam Lampiran I pada PP ini SAP berbasis akrual mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat segera diterapkan oleh setiap entitas, dan berlaku sepenuhnya paling lambat TA 2015. SAP Berbasis Kas menuju akrual pada Lampiran II berlaku selama masa transisi bagi entitas yang belum siap untuk menerapkan SAP Berbasis akrual, dan tidak berlaku mulai TA 2015. Untuk memantapkan pemahaman basis akrual, peserta Bintek diberikan contoh soal yang kemudian dicarikan penyelesaiannya.

Pengoperasian aplikasi SAKPA merupakan materi utama dalam Bintek ini. Pada kegiatan tersebut, peserta diajarkan mulai cara menginstall, hingga penginputan database berdasarkan DIPA masing-masing satker. Dalam materi ini secara detail dipraktikkan secara langsung mengenai langkah-langkah pengoperasian setelah perekaman pagu DIPA, seperti perekaman transaksi, posting, jurnal neraca, hingga pengoperasian aplikasi SPM dan SP2D.

Bintek SAKPA juga dilengkapi dengan materi LPJ Bendahara yang menjelaskan tentang fungsi, wewenang, dan tugas bendahara pengeluaran dan penerimaan, buku-buku pembantu, dan pembukuan lainnya terkait perbendaharaan. Selain itu juga disampaikan tentang pengangkatan Bendahara oleh Kepala Satker yang dijelaskan dalam PMK No.190/PMK.05/2012, dimana Bendahara bukan lagi diangkat oleh Kuasa Pengguna Anggaran. Dalam materi terakhir itu, narasumber juga membahas seluruh isi pokok dari PMK 190 tersebut.

Dalam desempatan berikutnya, Komang Gemini dan Syarif menyampaikan materi yang diperolehnya selama 3 hari tersebut dalam Bintek SIMAK-BMN. Diantaranya yaitu penatausahaan BMN, yang mempelajari efektifitas dan efisiensi pengelolaan kekayaan negara. Peran Kementerian Keuangan disini yaitu membina, mengelola, dan menatausahakan kekayaan negara/ aset negara. Materi utama dari Bintek ini yaitu pengoperasian aplikasi SIMAK-BMN dan Persediaan, diantaranya mulai dari instalasi hingga input transaksi yang terbagi dalam 3 jenis yaitu transaksi perolehan, perubahan, dan penghapusan. Untuk memperdalam materi ini, peserta diberikan latihan soal untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta mengenai BMN dan Aplikasinya. Aplikasi lainnya yaitu Simantap, yang dibuat hanya untuk mendata aset Negara berupa tanah yang belum tertata bukti kepemilikannya, dimana seluruh aset tanah satker harus bersertifikat atas nama Pemerintah RI cq. Kementerian/ Lembaga. Dari Simantap ini dapat dilihat tanah satker mana saja yang belum bersertifikat.

Materi lainnya yaitu rekonsiliasi BMN, dimana hal ini berpedoman pada harmonisasi akuntansi dan penatausahaan BMN, amanat Pasal 15 Bab IV PMK No.102/PMK.05/2009, dan pedoman teknis pelaksanaan rekonsiliasi. Rekonsiliasi memiliki beberapa dokumen sumber, diantaranya dokumen transaksi (SPM, SP2D, BAST, SSBP, dan lainnya) dan laporan (LBKP, LK-KPA, dan ADK).

Para peserta Bintek dapat menarik manfaat dari penyampaian materi maupun pembahasan kasus dari narasumber maupun satker lain yang diperoleh dalam bimbingan teknis ini yaitu mereka dapat mempelajari kasus, terutama hal-hal yang disampaikan oleh narasumber yang belum diterapkan di masing-masing satker dapat dibenahi dan diperbaiki. Kegiatan seperti ini dirasa sangat penting untuk memperbanyak jadwalnya, terutama pembahasan secara praktik, untuk meningkatkan kualitas SDM bidang masing-masing. (suju_teamit).

Input Data Ouput Program 04 TA 2012

Kepada Yth.
Ketua Pengadilan Agama
se Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Mataram

Nomor Surat : W22-A/710/KU.01/V/2013
Perihal : Input Data Output Program 04 TA. 2012 pada Aplikasi Monev
Kementerian Keuangan RI
Penerbit : Kesekretariatan PTA Mataram
     
Nama File : Input_Data_Ouput_Program.pdf
     

 

KPA Karangasem: Jaga 5 Kesempatan Sebelum Datang 5 Kesempitan

Karangasem | www.pa-karangasem.go.id (30/04)
PA Karangasem kembali menggelar acara silaturrahmi keluarga di kantor PA Karangasem tepatnya di ruang sidang utama. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran hingga ibu-ibu Dharmayukti Karini.

Dalam acara yang dimulai pada pukul 11:00 WITA ini, Bapak KPA Karangasem Drs. H. Taufiqurrohman, SH. menyampaikan tausiyahnya tentang 5 kesempatan yang harus kita jaga sebelum datangnya 5 kesempitan. Kelima hal tersebut terdapat dalam hadits berikut ini:

ﺇﻏﺘﻧﻢ ﺧﻣﺴﺎ ﻘﺒﻝ ﺨﻣﺲ ﺸﺒﺎ ﺒﻙ ﻘﺒﻝ ﻫﺮﻣﻙ. ﻮﺻﺤﺗﻙ ﻘﺒﻝ ﺴﻗﻣﻙ. ﻭﻏﻨﺎ ﻙ ﻗﺒﻝ ﻔﻗﺮﻙ. ﻭﻔﺮﺍﻏﻙ ﻗﺒﻝ ﺸﻐﻠﻚ. ﻭﺤﻳﺎ ﺗﻙ ﻗﺒﻝ ﻣﻮﺗﻙ.

Artinya: Jagalah olehmu lima perkara sebelum datang lima perkara yang lainnya. Jaga masa mudamu sebelum tuamu, jaga masa sehatmu sebelum datang masa sakit, jaga masa kayamu sebelum jatuh miskin, jaga masa lapangmu sebelum datang waktu sempit, dan jaga masa hidupmu sebelum datang kematian.

Hal pertama yaitu jaga masa muda sebelum datang masa tua. Banyak hal yang dapat kita lakukan saat masih muda. Hidup semangat, menjaga kesehatan, bekerja keras, memperbanyak amal sholih, berusaha dan berdoa untuk mencapai sesuatu yang diinginkan, serta tentunya tawakkal, berserah kepada Allah SWT.

Yang kedua yaitu jaga sehat sebelum datang sakit. Manusia tidak hanya makan, tidur, dan bekerja. Untuk menjaga kesehatan, seseorang membutuhkan olahraga yang cukup. Seperti halnya pegawai peradilan, khususnya PA Karangasem yang sarat dengan pekerjaan. Penting untuk menyisihkan sedikit waktu untuk berolahraga, untuk menjaga kesehatan.

Yang ketiga yaitu jaga masa kaya sebelum jatuh miskin. Untuk hal ini, diperlukan pengelolaan keuangan yang cermat. Janganlah menjadi konsumtif. Diperlukan tabungan dan investasi untuk menunjang masa depan. Karena tidak ada yang mengetahui bagaimana keadaan keuangan kita di masa mendatang.

Yang keempat yaitu jaga masa lapang sebelum datang waktu sempit. Hal ini maksudnya, kita harus memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang positif, sebelum kita dipenuhi dengan kesibukan, sehingga tidak dapat melakukan hal lain yang tentunya juga penting bagi diri kita.

Dan hal terakhir yaitu jaga hidup sebelum datang kematian. Setiap umat mempunyai batasan umur, dan apabila ajal sudah sampai pada waktunya, tidak bisa diundur ataupun dimajukan. Ada 3 yang mengantarkan orang yang meninggal, diantaranya yaitu keluarga, harta, dan amal. Akan tetapi, dari ketiga tersebut, hanya amal yang dapat menemani ruh menghadap Allah SWT.

Di akhir acara, Bapak KPA berharap agar kita dapat menjaga kelima kesempatan yang Allah telah berikan kepada kita, sebelum Allah memberikan lima kesempitan. Dan beliau juga berpesan agar kegiatan silaturrahmi keluarga ini jangan sampai terhenti, lanjutkan terus karena ruhani kita selalu membutuhkan siraman ilmu. (suju_teamit)

Diundang Sebagai Pengambil Sumpah Dewan Juri, KPA Karangasem Hadiri STQ XXII

Karangasem | pa-karangasem.go.id
Dalam rangka meningkatkan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, Kabupaten Karangasem mengadakan kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an XXII Tahun 2013. Aspek-aspek yang mempunyai tujuan ke arah tersebut diseleksi dalam event STQ seperti membaca, menghafal, dan menafsirkannya, yang diwujudkan dalam cabang lomba Tilawah Al-Qur’an, Hifz Al-Qur’an, dan Tafsir Al-Qur’an.

Bupati Karangasem dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya atas pelaksanaan STQ tersebut, di tengah situasi kehidupan kebangsaan dan keagamaan yang sedang mengalami gelombang perubahan dan menghadapi tantangan di berbagai bidang. Beliau menyeru agar jangan sekali-kali merasa bangga dan puas karena melihat perkembangan syiar Al-Qur’an yang ditampilkan dalam setiap kali penyelenggaraan MTQ dan STQ, akan tetapi ke depan kita harus lebih memperhatikan implementasi dan pengamalan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan berikutnya, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Karangasem menyampaikan bahwa STQ ini adalah wahana, ajang penempaan diri dalam memupuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta cinta kepada kitab-kitabNya. Kegiatan ini mengharap akan tumbuhnya pribadi yang arif, cerdas, bijaksana, menyejukkan, sebagai komponen akhlaqul karimah, dimana semua ini merupakan faktor pemghambat bentuk anarkisme, arogansi, pembeda SARA, sehingga tercipta manusia yang berkualitas. Adapun manusia yang berkualitas mampu mengimplementasikan ajaran kemuliaan terhadap sisi-sisi kehidupan, baik kehidupan sebagai hamba Allah SWT, sebagai makhluk sosial, juga sebagai makhluk pribadi yang mampu memilah hak dan kewajibannya sebagai umat beragama, warga negara, dan warga masyarakat.

Sebelum dimulainya lomba, Bapak KPA Karangasem pada kesempatan berikutnya bertindak sebagai pengambil sumpah bagi Dewan Hakim (Juri) dalam lomba tersebut. Adapun lomba diikuti oleh 43 peserta qori dan hafidz yang sudah merupakan peserta terbaik di tingkat Kecamatan. Teknis penilaian lomba sesuai dengan standar format dari Pusat dan akan dinilai oleh Dewan Hakim yang sesuai dengan bidangnya. (suju_teamit)

Pembukaan Bimtek SIMAK BMN dan SAKPA Se Wilayah PTA Mataram

Mataram | pta-mataram.go.id | 26/04/2013

Mahkamah Agung RI dari tahun ke tahun telah berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparat peradilan, dengan maksud agar semua aparat peradilan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat” ujar KPTA Mataram Drs.H.A.Karim A. Razak, SH.MH. dalam rangka pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN) dan Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) di Hotel Jakayakarta Senggigi,Kamis (25/04/2013).


Gambar 1. Acara Pembukaan Bimbingan Teknis SIMAK-BMN dan SAKPA dibuka oleh KPTA Mataram(foto depan sebelah kanan)
dan di dampingi oleh Panitera/Sekretaris PTA Mataram(foto depan sebelah kiri)

Lebih lanjut KPTA Mataram mengatakan bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tetang Perbendaharaan Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara menghendaki adanya tertib administrasi keuangan dan administrasi barang milik negara yang handal pada semua instansi Pemerintah, pada kementerian dan lembaga, sehingga diharapkan pada akhirnya akan tercapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Beberapa tahun sebelumnya, Mahkamah Agung RI pernah memperoleh opini Disclaimer, yakni BPK tidak memberikan pendapat atas hasil pemeriksaan keuangan dan barang pada Mahkamah Agung, karena belum baiknya administrasi anggaran dan barang yang dikelola Mahkamah Agung RI dan peradilan di bawahnya. Tetapi alhamdulillah sejak Tahun 2011, Mahkamah Agung memperoleh opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian).


Gambar 2. Penyematan tanda peserta secara simbolis kepada Sulhan Wardana (kiri) dari PA Girimenang
dan Devi Oktavianty Nawir (kanan) dari PA Tabanan oleh KPTA Mataram Drs.H.A. Karim A. Razak,SH.MH.

Maka untuk menuju opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sebagai opini yang terbaik, maka pengelolaan keuangan harus sesuai dengan stándar akuntansi Pemerintah dan manajemen penatausahaan barang milik negara. Pengelolaan anggaran dan barang harus transparan, bersih dan bebas dari KKN, semua BMN harus diinventarisir dengan baik, dan harus dilakukan pengawasan dan pengendalian terhadap BMN, yang dilakukan oleh Pengguna Barang atau Kuasa Pengguna Barang pada satker masing-masing.

”Kepada para peserta Bimbingan Teknis SIMAK BMN dan SAKPA KPTA Mataram mengharapkan agar para peserta Bimbingan Teknis ini dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan bertambah pengetahuannya mengenai SIMAK BMN dan SAKPA sehingga nanti dapat menerapkan ilmunya tersebut dalam bidang-bidang terkait dan dapat memberikan pelayanan dan kinerja terbaik, yang akan disumbangkan untuk kepentingan bangsa, negara dan masyarakat,” demikian tandas KPTA Mataram.


Gambar 3. Para undangan dan peserta Bimtek SIMAK BMN dan SAKPA berdiri saat diputarkan lagu Indonesia Raya.

Pada kesempatan sebelumnya Panitera / Sekretaris PTA Mataram H.A.Jakin Karim,SH.MH selaku Panitia Pelaksana Bimtek SIMAK BMN dan SAKPA Peradilan Agama se wilayah Pengadilan Tinggi Agama Mataram melaporkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Bimtek berjumlah 74 orang  peserta dengan rincian 37 orang peserta Bimtek SIMAK BMN dan 37 orang peserta Bimtek SAKPA. Pemateri berasal dari KPPN Mataram untuk penyaji materi SAKPA dan pemateri dari KPKNL Mataram yang menjadi narasumber SIMAK BMN. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan Bimbingan Teknis ini adalah  ” Dengan Kegiatan Bimbingan Teknis SIMAK BMN  Dan SAKPA Peradilan Agama Se Wilayah PTA Mataram  Kita Tingkatkan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Di Mahkamah Agung RI”. Kegiatan dilaksanakan di ruang Senggigi dan ruang Rinjani, Hotel Jayakarta Senggigi Lombok dari tanggal 25 s/d 27 April 2013. Acara pembukaan ditutup dengan pembacaan do’a oleh Patria Utama,S.Ag dari Pengadilan Agama Klungkung.(AH)