Seputar Peradilan

Mataram, Rabu, 1 September 2021- Pengadilan Tinggi Agama Mataram memperkuat kerjasama dengan Universitas Islam Negeri Mataram dengan penandatangan Nota Kesepakatan antara Pengadilan Tinggi Agama Mataram dan Universitas Islam Negeri Mataram pada hari Rabu, 01 September 2021. Penandatanganan ini menunjukkan komitmen serius dari kedua belah pihak dan menguatnya persahabatan kedua Instansi Vertikal yang berbeda di lingkungan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram berharap hal ini bisa menjadi rujukan bagi kerjasama pengadilan agama dengan instansi lain yang ada di Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nusa tenggara Barat dan Provinsi Bali sesuai dengan yurisdiksi Pengadilan Tinggi Agama Mataram yang mewilayahi dua provinsi.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi Agama menyampaikan Fokus kerjasama dalam Nota Kesepakatan tahun 2021 ini disesuaikan untuk meningkatkan kerjasama dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di kedua instansi tersebut serta peningkatan kualitas lulusan Universitas Islam negeri Mataram akan menjadi alur utama kerjasama, yang topik teknisnya akan disesuaikan dengan kompetensi masing-masing. Kerjasama dengan Universitas Islam negeri Mataram diharapkan fokus pada peningkatan peran peradilan dalam membangun pondasi yang kuat untuk menghasilkan produk sarjana lulusan UIN Mataram khususnya Fakultas Syari’ah dan Hukum sebagai cikal bakal insan yang berkiprah di dunia peradilan, dengan cara praktikum mahasiswa di pengadilan, baik di Pengadilan Tinggi Agama maupun di pengadilan agama yang ada di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Mataram. Sementara itu, dari pihak UIN Mataram diharapkan dapat memanfaatkan aparatur peradilan yang ada di Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Mataram yang mempunyai kemampuan mengajar untuk dijadikan “Dosen Luar Biasa” dengan syarat tidak mengganggu kinerja utama sebagai aparatur peradilan agama.

 MOU UIN

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram H. Empud Mahpudin dan Rektor UIN Mataram H. Masnun menandatangani Nota Kesepakatan untuk kemajuan dua Instansi

Dalam rangka menciptakan Pengadilan Tinggi Agama Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) upaya yang dilakukan Pengadilan Tinggi Agama Mataram tak sekedar retorika belaka, namun telah dilakukan usaha peningkatan sumber daya manusia (human resource) utamanya melalui ilmu dan pengetahuan guna menciptakan Pengadilan Tinggi Agama pelayanan publik yang cerdas (intelligent public services).

Hal tersebut telah terjawantah melalui kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram Dr. H. Empud Mahpudin bersama rombongan kepada Rektor UIN Mataram Prof Dr H Masnun Tahir bersama jajaran pimpinan dalam rangka merajut tali silaturahmi dan memperkuat kerjasama kelembagaan melalui MoU (Memorandum of Understanding) atau yang sering disebut sebagai Nota Kesepakatan. Hal ini merupakan kolaborasi dengan anak muda yang penuh semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik, yang dalam hal ini H. Masnun merupakan putra daerah “Bumi Gora” Rektor dan Profesor termuda yang dilahirkan pada tanggal 27 Agustus 1975.

 

MOU UIN2

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram dan Rektor UIN Mataram setelah penandatangan nota kesepakatan

Pertemuan tersebut dipandu oleh kepala biro Akademik dan Kerjasama UIN Mataram, Drs H Subuhi menyatakan bahwa pertemuan silaturahmi ini sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan sebelumnya untuk melakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Pengadilan Tinggi Agama Mataram dengan Universitas Islam Negeri Mataram.

Nota kesepakatan yang ditandatangani di lantai 3 ruang rapat rektorat antara Pengadilan Tinggi Agama Mataram dan UIN Mataram telah melahirkan kesepakatan tentang 10 (sepuluh) pasal penting seputar pengembangan sumber daya manusia yang secara teknis mencakup seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pada kesempatan itu, Rektor UIN Mataram menyatakan bahwa secara substansi kerjasama kampus dengan Pengadilan Tinggi Agama memang sudah terbangun sejak lama, namun hari ini diperkuat dengan legalitas formal kerjasama kelembagaan sebagai legalitas syar’i untuk memperkuat kerjasama dengan karakteristik simbiosis mutualisme. 

Lebih lanjut Prof Masnun menegaskan bahwa betapa pentingnya membagun sinergitas antar lembaga dalam rangka peningkatan capacity building. Selain itu juga sesama institusi publik tentu harus lebih dimaksimalkan segala potensi sebagai ikhtiar membangun good university government.

Berkaitan dengan strategi yang tepat serta kondisi stakeholder maka perlunya diciptakan sebuah hubungan simbiosis mutualistis yang dilakukan oleh UIN Mataram dan Pengadilan Tinggi Agama Mataram dalam mencapai dan mewujudkan tujuan pendidikan bersama. Bentuk hubungan tersebut berupa kerjasama atau kemitraan. Bahkan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan menyatakan bahwa setiap sekolah menjalin kerjasama dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, output, dan pemanfaatan lulusan. Kerjasama sekolah dapat dilakukan dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah, sekolah yang setara, serta Instansi lain tidak hanya dilaksanakan guna mengembangkan program diklatnya sesuai dengan kebutuhan lembaga, tetapi juga menjadi alternatif untuk melaksanakan program sosial melalui aktivitas pengembangan.

Di satu sisi kerjasama tersebut merupakan inovasi yang urgen bagi Pengadilan Tinggi Agama Mataram untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (increasing of Human Resources quality), dalam rangka pemberian pelayanan public yang cerdas (intelligent public services) kepada para pencari keadilan ataupun masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut cukup menjadi hujjah, bahwa saat ini PENGADILAN TINGGI AGAMA Mataram telah berlari menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). *apezulf 030921#