Mataram – Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., menekankan bahwa suatu jabatan seharusnya digunakan sebagai ladang pengabdian, bukan ajang menunjukkan kekuasaan. “Sejarah akan mencatat bukan seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi seberapa besar manfaat yang ditinggalkan,” ujarnya saat pengambilan sumpah dan pelantikan 11 Ketua Pengadilan Tingkat Banding, termasuk Drs. Moh. Yasya, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram, yang berlangsung pada Senin (8/9/2025)
Beliau menyampaikan bahwa jabatan bukan sekadar hasil karir, melainkan amanah penuh tanggung jawab. Keberhasilan seorang pemimpin peradilan diukur dari manfaat yang ia berikan bagi masyarakat dan lembaga yudisial.
“Kita tidak dituntut hanya untuk sukses, tetapi juga menjadi pribadi yang bermanfaat,” lanjutnya, mengutip pemikiran Einstein dan sabda Rasulullah SAW tentang manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Sebagai Ketua PTA Mataram, Drs. Moh. Yasya diharapkan menunjukkan integritas, profesionalitas, serta menjauhi praktik transaksional agar peradilan menjadi benteng terakhir pencari keadilan dan menjaga martabat negara hukum. Beliau juga diharapkan bisa meninggalkan legacy berupa keteladanan dan kontribusi yang bermanfaat bagi generasi mendatang. (nds)
