Seputar Peradilan

Sebagai tindak lanjut hasil kesepakatan antara Pengadilan Tinggi Agama Mataram dan Dinas Sosial provinsi Nusa Tenggara Barat, komitmen kedua belah pihak dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelayanan terhadap penyandang disabilitas, pada hari Kamis 16 September 2021 bertempat di Aula Utama Pengadilan Tinggi Agama Mataram mengadakan pelatihan khusus pelayanan disabilitas untuk para petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Security/Satuan Pengamanan PTA Mataram sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat.

Layanan difabel1

Ketua PTA Mataram dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat dengan tanpa membeda-bedakan orang yang datang ke PTA Mataram,dan  berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan berbagai pelatihan, sebagai wujud nyata pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Payung hukum tersebut guna mengakui, melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia, diberikan pelayan yang sama sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi. Penyandang cacat merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang mempunyai kedudukan, hak, kewajiban dan peran yang sama dengan masyarakat Indonesia lainnya di segala aspek kehidupan dan penghidupan.

Mengingat dalam kehidupan sehari-hari penyandang cacat yang mengalami keterbatasan karena kecacatannya, seringkali terabaikan dan mengalami hambatan dalam melaksanakan fungsi sosialnya, maka untuk mewujudkan kesamaan, kesetaraan, kedudukan, hak kewajiban dan peran penyandang cacat diperlukan sarana dan upaya yang lebih memadai, terpadu dan berkesinambungan, Maka di PTA untuk memaksimalkan pelayanan prima kepada masyarakat terutama bagi penyandang disabilitas, selain penyedian sarana dan prasarana juga disiapkan para petugas yang mengerti bahasa komunikasi dengan penyandang disabilitas.

Layanan difabel 

Pelatihan yang dipandu oleh ibu Riana sebagai utusan dari Dinas Sosial Provinsi dikemas dengan cara yang menarik, sehingga pelaksanaan pelatihan tersebut yang semula diperuntukan hanya untuk para petugas PTSP dan Security, ternyata dalam pelaksanaannya menarik minat seluruh unsur Pejabat dan ASN PTA Mataram dengan kesadaran sendiri secara antusias mengikuti kegiatan tersebut sampai acara selesai, hal ini dianggap penting karena dapat dijadikan sebagai modal utama agar bisa berkomunikasi jika berhadapan dengan dengan penyandang disabilitas.